Color In Cognition

February 7, 2019

Tahukah Anda bahwa sebuah warna dapat memengaruhi kognisi kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada sebuah penelitian yang mengejutkan pada implikasi psikologis arsitektur.

Pada eksperimen yang diterbitkan dalam Jurnal Science pada tahun 2009, Para psikolog di University of British Columbia, tertarik untuk melihat bagaimana warna dinding interior memengaruhi imajinasi. Mereka merekrut 600 partisipan, sebagian besar adalah mahasiswa. Partisipan diminta untuk mengikuti berbagai tes kognitif dasar yang ditampilkan dengan latar belakang berwarna merah, biru atau netral.

Perbedaannya sangat mencolok. Untuk tes dalam kondisi merah di mana partisipan dikelilingi oleh dinding warna tanda berhenti, partisipan jauh lebih baik dalam keterampilan yang membutuhkan akurasi dan perhatian terhadap detail, seperti menangkap kesalahan ejaan atau menyimpan angka acak dalam memori jangka pendek. Menurut para ilmuwan, hal ini dikarenakan individu secara otomatis mengaitkan merah dengan bahaya, yang membuat mereka lebih waspada dan sadar.

Warna biru, sebaliknya, membawa manfaat psikologis yang sama sekali berbeda. Sementara partisipan dalam kelompok biru berkinerja lebih buruk pada tugas-tugas memori jangka pendek, mereka berperforma jauh lebih baik pada aktivitas yang membutuhkan imajinasi, seperti membuat ide kreatif pada penggunaan batu bata atau merancang mainan anak-anak dari bentuk geometris sederhana. Bahkan, subjek dalam kondisi biru menghasilkan “output kreatif” dua kali lebih banyak daripada subjek dalam kondisi merah. Hal ini membuktikan bahwa: warna dinding biru menggandakan kekuatan imajinatif kita.

Apa yang menyebabkan efek ini? Menurut para ilmuwan, warna biru secara otomatis memicu asosiasi dengan langit dan lautan. Bayangkan tentang cakrawala yang luas dan cahaya yang menyebar, pantai berpasir, dan hari-hari musim panas untuk bersantai. Relaksasi mental semacam ini membuat kita lebih mudah berpikir dan berangan-angan dalam kaitan dengan asosiasi tangential (menurut garis singgung); kita kurang fokus pada apa yang ada di depan kita dan lebih sadar akan berbagai kemungkinan yang membara dalam imajinasi kita.

Sumber:

https://www.wired.com/

Leave A Comment